30 Mei 2011 - 19:30

Media AS menurunkan berita adanya rencana Arab Saudi untuk membentuk front bersama anti Iran yang terdiri dari beberapa Negara muslim, seperti Malaysia, Pakistan dan Indonesia.

Menurut Kantor Berita ABNA, salah satu media berita Amerika Serikat Wall Street Journal menurunkan berita, adanya keinginan Arab Saudi untuk membentuk front bersama yang terdiri dari beberapa Negara muslim dari Timur Tengah dan Asia Tenggara untuk menentang Iran.

Sebagaimana yang diberitakan media tersebut, disebutkan kerajaan Arab Saudi telah berunding dengan Negara Pakistan, Malaysia, Indonesia dan beberapa Negara Asia Tengah untuk lebih mempererat hubungan diplomatik antar Negara-negara muslim dalam menghadapi Iran dan untuk membendung pengaruh revolusi Islam Iran masuk ke dalam Negara-negara muslim tersebut.

Namun rencana Saudi tersebut justru mengkhawatirkan Gedung Putih, sebab dapat semakin memperkeruh suasana di Timur Tengah bahkan akan merambah ke Asia dengan adanya kemungkinan pertikaian mazhab yang lebih parah.

Wall Street Journal dalam beritanya menukil kata-kata pejabat militer AS, Pakistan dan Arab Saudi yang menunjukkan Negara Saudi saat ini juga meminta bantuan militer dari Pakistan untuk meredam gejolak massa di Bahrain. Pejabat militer Saudi dalam perundingan segitiga tersebut menyatakan kepada sekutunya Pakistan untuk turut serta membantu terciptanya kondisi aman di Timur Tengah dan tidak perlu terlalu bergantung terhadap peran dan bantuan AS.

Pejabat AS menyikapi pernyataan pejabat Saudi tersebut dengan menyebut langkah Saudi untuk mengamankan kondisi di Bahrain terlalu ekstrim. Namun Saudi menegaskan bahwa langkah yang dia ambil telah mendapat dukungan dari  Negara-negara muslim. Menurutnya, tentara Saudi sebanyak 4000 orang telah cukup memadai mengawal Bahrain namun Pakistan tetap diperkenankan mengirimkan bantuannya jika diperlukan.

Pemerintah Malaysia beberapa waktu sebelumnya telah menyampaikan secara resmi dukungannya terhadap Riyadh. Perdana Menteri negara ini ketika melawat ke Riyadh mengatakan, "Pemerintah Malaysia mendukung keputusan-keputusan Arab Saudi dan anggota Majelis kerjasama Teluk Persia untuk menjaga kemanan dan stabilitas di kawasan." Bahkan dikatakan, Malaysia siap mengrimkan bantuan pasukan militer ke Bahrain jika diperlukan.

Pemerintah Bahrain pada kamis (26/5) lalu menyatakan menyambut baik dukungan diplomatik Negara-negara lain, dan sampai saat ini masih mempertimbangkan kesediaan Negara-negara tersebut untuk memberikan bantuan militernya. Jika diperlukan, Bahrain menyatakan tidak segan-segan meminta bantuan kepada Negara-negara tersebut.

Wall Street turut menurunkan berita mengenai adanya kerjasama antara Saudi dan Pakistan yang telah lama terjalin untuk membendung pengaruh Iran dan Syiah di Negara-negara kawasan. Bahkan disebutkan untuk membendung pengaruh Iran, Pakistan mendapatkan bantuan jutaan dollar dari Arab Saudi.